Rabu, 10 April 2019

pubg is life


Apa itu PUBG dan apa reaksi para pemain?

PUBG adalah gim dengan genre battle royale, di mana beberapa pemain dipertemukan dalam satu wilayah untuk kemudian saling menyerang untuk bertahan menjadi pemain terakhir.
Gim, yang mulai populer di Indonesia sejak tahun 2018 itu, dinobatkan sebagai "Game of the Year 2018" oleh platform distribusi game digital, Steam. Pada pertengahan tahun lalu, dikabarkan bahwa terdapat 400 juta pemain PUBG di seluruh dunia.
Uniknya, gim yang dikembangkan PUBG Corporation ini tidak hanya menarik perhatian anak muda dan remaja, tapi para pemain dewasa.
Ibu dua anak, Syifa Ristina, 35, mengatakan dia sering bermain PUBG untuk refreshing semata. Ia mengaku sering bermain PUBG bersama suami dan kawan-kawannya karena permainan itu menyenangkan.
Ia mengatakan kalau sekadar untuk bermain, gim itu tidak akan membuat seseorang berperilaku buruk.
"Kalau memang pemain yang terlalu menjiwai banget, kayaknya bisa jadi ada perubahan psikologinya ya. Tapi kalau aku lihat, gimnya cuma sekadar tembak-tembakan lah," katanya.
Meski begitu, Syifa mengatakan gim ini lebih cocok dimainkan oleh pemain berusia di atas 21 tahun karena mereka sudah bisa lebih bijaksana dalam membedakan dunia nyata dan maya.

Apa benar gim mempengaruhi perilaku seseorang?

Anna Surti Ariani, psikolog anak dan keluarga mengatakan, gim sebetulnya mempunyai banyak manfaat seperti membantu kemampuan seseorang untuk berpikir strategis dan kemampuan berpikir spasial.



Oleh karena kebanyakan gim berbahasa Inggris, kata Anna, para pemain pun bisa melatih kemampuan berbahasa mereka saat bermain.
Namun, lanjutnya, tak dipungkiri ada gim yang memiliki risiko karena konten yang agresif. Anna mengatakan seringkali gim menjadi referensi perilaku atau kata-kata yang negatif, tapi belum tentu pemain akan meniru hal negatif itu.
"Ya, OK dari gim ada risiko, tapi konten agresif nggak hanya dari gim. Orang-orang kita kalau ngobrol saja kadang agresif loh. Jadi jangan hanya menyalahkan gim," katanya.
Ia mengatakan bisa saja gim memicu seseorang melakukan perbuatan negatif, tapi itu kemungkinan besar tidak terlepas dari masalah-masalah lain yang dihadapi orang itu.
"Contohnya, dari kecil ada orang yang agresif banget, hubungan dengan keluarga buruk, hubungan sosial kacau banget, dan dia nggak ada uang. Maka orang ini akan jadi lebih agresif. Kalau ditambah gim ya 'jadi'," kata Anna.
Ia menambahkan dalam kondisi normal, sekadar bermain gim tidak akan membuat orang terpicu untuk melakukan kejahatan.
https://techno.okezone.com/read/2018/12/28/326/1997283/pubg-jadi-game-dengan-penjualan-terbaik-di-2018

7 komentar: