Rabu, 17 April 2019

TEAM PUBG DI INDONESIA

Foto: Dok. PMCO

Jakarta - Setelah dimulai sejak Maret lalu, kini ajang eSport PUBG Mobile Club Open (PMCO) 2019 sudah menyisakan lima tim terbaik, yang nantinya akan mewakili Indonesia di babak selanjutnya.

Penyelenggara menyebut ada 20 ribu peserta dan kurang lebih 5 ribu tim yang mendaftar ke kompetisi ini sejak Maret lalu. Semua peserta itu kemudian melaui babak kualifikasi secara online, dan pada 5 April lalu tersisa 12 tim yang lolos ke tahapan final nasional.

Dari tahapan itu, ada 5 tim terbaik yang nantinya akan mewakili nama Indonesia di tahap selanjutnya di tingkat Asia Tenggara yang akan diadakan di Shanghai, China, pada akhir April mendatang, yang menjadi jembatan untuk menuju ke tahapan final global.




Ke-5 tim yang akan mewakili Indonesia di tingkat Asia Tenggara itu adalah Bigetron Esports, Victim Esports, Evos Esports, WAW Esports, dan Onic Esports.

"Keberhasilan ini merupakan suatu kebanggaan tersendiri bagi Kami, bisa menjadi team terbaik dan mewakili Indonesia ke tahapan selanjutnya dan kami juga tentu berharap dapat menjadi Juara Dunia nanti nya dan mengharumkan nama Indonesia," ujar Made Bagas, perwakilan dari tim Bigetron Esport.

Dari tingkat Asia Tenggara akan tersisa 16 tim yang akan mewakili 10 wilayah besar untuk bertarung di babak Global Final, antara lain; Amerika Utara, Amerika Selatan, Eropa, Asia Tengah, India, China, Jepang, Korea, Asia Tenggara dan Asian Wild, dimana seluruh tim akan saling berkompetisi untuk meraih gelar juara terbaik PUBG Mobile Club Open 2019. 

PMCO 2019 sendiri merupakan turnamen antar-negara terbesar yang diselenggarakan oleh PUBG Mobile, di mana turnamen tersebut akan dibagi dalam 2 musim, yaitu turnamen musim semi dan turnamen musim gugur. PMCO 2019 telah diumumkan pertama kali pada akhir 2018 yang lalu dalam acara PUBG Mobile Star Challenge 2018.

Kenikmatan MAIN PUBG



PUBG adalah singkatan dari Player Unknown's Battlegrounds, yang merupakan sebuah permainan dengan genre battle royale. Permainan ini bisa dimainkan dengan 100 orang sekaligus secara daring. 100 orang tersebut akan berusaha bertahan hidup dengan saling membunuh di suatu pulau. 
Sampai saat ini, Game yang dirancang oleh pria asal Irlandia, Brendan Greene ini menjadi game terfavorit kedua setelah Garena Free Fire di google play store.
PUBG ini sendiri dipercayai bahwa konsepnya terinspirasi dari novel Jepang berjudul Battle Royale yang dirilis pada tahun 1999. Novel ini juga sempat dijadikan manga dan film yang rilis di tahun 2000 dan meraih kesuksesan luar biasa. Novel ini bercerita tentang 40 siswa yang dikirim ke sebuah pulau selama tiga hari untuk saling bunuh dengan tujuan bertahan hidup. 
Hanya boleh satu orang yang bertahan hidup. Setiap siswa dibekali oleh air, obat, peta, kompas dan senjata acak. Selain novel Battle Royale ini, novel The Hunger Games yang terbit tahun 2008 juga menggunakan konsep yang sama. The Hunger Games juga menjadi film Hollywood terkenal yang dibintangi oleh Jennifer Lawrence.
Pada awal perancangannya, Brendan Greene bekerja sama dengan perusahan game asal Korea Selatan, Blue Hole Studio. Berkat ambisi Brendan Greene, game ini berhasil dirilis pada maret 2017. Tak ayal, jelang delapan bulan setelah dirilis game ini meraup keuntungan sebesar 9.5 triliun
Fenomena PUBG melanda serdadu milenial
Dilansir dari kompas.com, menyebut bahwa jumlah pemain PUBG mobile pada akhir 2018 sudah mencapai 200 juta pemain di seluruh dunia. Dalam satu hari ada sekitar 30 juta orang aktif bermain game ini. 
Jumlah ini belum ditambah dengan angka pemain pada platform lain seperti Xbox, PC, dan PS4 yang baru saja diresmikan tahun lalu. Pada Juli 2018 angka pemain game PUBG dari seluruh platform sudah mencapai 400 juta orang secara global (tekno.kompas.com).
Sementara itu, Indonesia, Amerika Serikat, dan India menjadi tiga negara pengguna PUBG terbanyak di dunia. Di India, seperti dilansir dari tekno.rakyat.com menyebut Organisasi Pendidikan Jammu and Kashmir Students mengklaim, game battle royale tersebut berperan besar membuat nilai siswa SMA di India menjadi anjlok. 
Selain itu, kehadiran PUBG Mobile bahkan dianggap menjadi hal yang lebih membahayakan dibandingkan obat-obatan terlarang. Melihat besarnya dampak buruk dari game ini bagi anak-anak di India, pada Selasa (22/1/2019) game PUBG resmi diblokir di negara itu.
Selain di India, Dikutip dari liputan6.com, seorang bocah berumur 13 tahun dari Haimen, Jiangsu, Tiongkok melompat dari lantai empat sebuah gedung dan tewas mengenaskan. Dikabarkan bocah yang benama Xu ini kecanduan bermain gim PUBG hingga membuat dirinya bunuh diri tengah bermain gim akibat ingin menirukn karakter dalam gim PUBG ini.
Permainan ini memang menampilkan visual yang memungkinkan pemainnya sungguh menikmati keseruan tembak-menembak di layar telepon pintar. Banyak sekali orang rela menghabiskan waktunya seharian demi mengejar ranking yang merupakan stimulus untuk tetap berjuang dan hingga candu. 
Di tengah maraknya isu sosial budaya, politik, dan lain sebagainya hari-hari ini justru diabaikan oleh sebagian orang yang candu bermain gim ini. Dari sinilah sikap apatis tumbuh dan mulai mengabaikn keadaan sekitar hingga lupa dengan kegiatan yang prioritas. Seperti lupa belajar dan mengembangkan diri. 
Sebenarnya, gim, tidak hanya PUBG, berfungsi memberikan hiburan bagi setiap orang yang memiliki waktu luang. Tentu setiap orang mempunyai titik kejenuhan dalam bekerja sehingga butuh hiburan untuk menghempas kebosanan itu dengan gim. 
Namun bila gim mobile diberikan kepada anak-anak dan pelajar, maka gim itu akan beralih fungsi mejadi media belajar bagi mereka. 
Marilah kita sadar dengan fenomena ini. Jangan sampai dunia imajinasi membunuh kreatifitas dan talenta prioritas yang kita miliki. Sadar bahwa ahli dalam bermain gim adalah bukan talenta yang diprioritaskan.

Rabu, 10 April 2019

healthy and balanced gaming

PUBG Mobile Janjikan Ekosistem Gaming yang Sehat dan Seimbang
Baca selengkapnya di Tirto.id dengan judul "PUBG Mobile Janjikan Ekosistem Gaming yang Sehat dan Seimbang", 

Battlegrounds First Person. Screenshot/PUBG Mobile


PUBG Mobile, salah satu game populer Android yang menuai kontroversi di beberapa negara termasuk Indonesia, menghadirkan fitur baru demi ekosistem gaming yang sehat dan seimbang di platformnya. Keputusan ini didasari atas popularitas PUBG Mobile yang membuat pemainnya kecanduan dan menimbulkan keprihatinan bagi orangtua di berbagai negara. Tak hanya itu, PUBG Mobile juga menjadi perbincangan setelah peristiwa penembakan di Christchurch, Selandia Baru. Pelaku disebut terinspirasi dari game produksi Tencent itu. Di India, game PUBG Mobile bahkan dilarang dimainkan di beberapa wilayah. Seorang menteri di Goa (negara bagian pesisir India selatan), bahkan menyebut game ini sebagai "permainan iblis" dan menyerukan hukuman bagi pemain PUBG Mobile. Pemerintah Gujarat juga mengeluarkan larangan siswa bermain PUBG Mobile di sekolah. PUBG Mobile akhirnya merespons untuk meredam kontroversi yang timbul. Tencent sebagai pengembang game berjanjikan menghadirkan fitur baru yang membantu mempromosikan lingkungan permainan yang lebih sehat dan seimbang. “Kami menghargai dukungan dan kepercayaan yang diberikan kepada kami oleh para pemain PUBG Mobile kami. Sementara kami berusaha untuk memberikan pengalaman bermain yang terbaik kepada penggemar kami, kami juga percaya bahwa sangat penting bagi kami untuk menjadi anggota yang bertanggung jawab dari ekosistem permainan," pernyataan PUBG Mobile seperti dikuti dari Times of India, Selasa (26/3/2019). "Untuk tujuan ini, kami terus-menerus bekerja dan akan bekerja dengan pemangku kepentingan yang berbeda, termasuk orangtua, pendidik, dan badan pemerintah, dan mendengarkan umpan balik mereka tentang apa yang dapat kami lakukan untuk meningkatkan pengalaman PUBG Mobile secara keseluruhan," lanjut pernyataan itu.

Baca selengkapnya di artikel selanjut nya dengan judul "PUBG Mobile Janjikan Ekosistem Gaming yang Sehat dan Seimbang", 

Melansir XDA Developer, PUBG Mobile disebut telah melakukan uji coba fitur baru berupa peringatan untuk menjaga "kesehatan" bagi para gamer yang telah memainkan game selama dua jam, dan akan muncul lagi setelah 4 jam. Tak hanya itu, penggunaan game ini dibatasi selama 6 jam saja per hari. Dua fitur baru ini tengah diuji di India. Belum ada informasi lebih lanjut apakah fitur baru PUBG Mobile tersebut juga akan diboyong ke Indonesia.
 Majelis Ulama Indonesia (MUI) bahkan mengkaji pelarangan permainan PUBG karena dinilai menimbulkan mudarat. Wasekjen MUI, Muhammad Zaitun Rasmin mengatakan bahwa tim pengkajian sedang mengumpulkan informasi terkait gim tersebut. Zaitun mengatakan MUI tidak bisa serta merta menyatakan gim tersebut haram. Menurutnya, fatwa haram dikeluarkan setelah melalui pengkajian. Tak hanya MUI, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) juga menyatakan siap mengkaji dan menindaklanjuti permintaan blokir gim PUBG Mobile

Permainan Player Unknown’s Battlegrounds alias PUBG menjadi perbincangan usai kejadian penembakan di Kota Christchurch, Selandia Baru. Pelaku penembakan disebut terinspirasi dari gim bergenre battle royale tersebut. Majelis Ulama Indonesia (MUI) bahkan mengkaji pelarangan permainan PUBG karena dinilai menimbulkan mudarat. Wasekjen MUI, Muhammad Zaitun Rasmin mengatakan tim pengkajian sedang mengumpulkan 

informasi terkait gim tersebut. “Kalau itu jelas-jelas mempunyai efek yang besar terhadap perilaku terorus itu pasti akan dikeluarkan fatwa yang melarang. Tentu akan melarang kaum muslimin menggunakan game itu," kata Zaitun di Kantor MUI Pusat, Jakarta, Jumat (22/3/2019). Meski dinilai menimbulkan mudarat, Zaitun mengatakan MUI tidak bisa serta merta menyatakan gim tersebut haram. Menurutnya, fatwa haram dikeluarkan setelah melalui pengkajian.
Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) menyatakan siap mengkaji dan menindaklanjuti permintaan blokir game Player Unknown's Battle Ground (PUBG). Direktur Jenderal Aplikasi Informatika (Dirjen Aptika) Kementerian Kominfo Semuel Abrijani mengatakan, saat ini lembaganya masih menunggu Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk 

mengkaji dan mengajukan temuannya kepada Kominfo. "Kalau memang dirasakan merusak, dikaji dulu dan silakan diajukan ke Kominfo. Kami siap menindaklanjuti permintaan pemblokirannya," ucap Semuel saat dihubungi reporter Tirto pada Jumat (22/3/2019). Polemik mengenai PUBG ini bermula ketika Majelis Ulama Indonesia (MUI) 

Jabar mempertimbangkan mengeluarkan fatwa haram mengenai game tersebut. Tak ketinggalan MUI pusat pun menyatakan akan membuat kajian terhadap PUBG. Salah satu pertimbangan yang disoroti adalah game ini sudah mulai dilarang di India. Bahkan mereka yang memainkannya dapat dipenjara oleh lembaga berwajib negeri itu. Semuel mengatakan, MUI merupakan lembaga independen yang dapat menentukan sikap dan mengkaji dampak dari game PUBG. Hal ini menurutnya tak membatasi bila ada pihak yang dapat memberi masukan terhadap konten yang dianggap berdampak negatif pada 

masyarakat. Di sisi lain, ia mengatakan Kominfo juga telah berkomunikasi dengan Deputi II Pengembangan Pemuda Kementerian Pemuda dan Olahraga Asrorun Ni'am Sholeh terkait polemik ini. "Kalo dari Kominfo kami sudah ada regulasi pembatasan umur. Namun kami terbuka untuk masukan, kalau ada kajian dari lembaga lain yang menyatakan game ini banyak mudaratnya, kami akan tindak lanjuti," ucap Semuel. Namun ketika ditanya mengenai langkah yang akan diambil Kominfo terkait game PUBG, Semuel hanya menjawab pendek. Menurutnya, Kominfo kembali akan tetap menunggu kajian MUI terlebih dahulu. 
https://tirto.id/kominfo-siap-tindaklanjuti-permintaan-blokir-game-pubg-dj32

pubg is life


Apa itu PUBG dan apa reaksi para pemain?

PUBG adalah gim dengan genre battle royale, di mana beberapa pemain dipertemukan dalam satu wilayah untuk kemudian saling menyerang untuk bertahan menjadi pemain terakhir.
Gim, yang mulai populer di Indonesia sejak tahun 2018 itu, dinobatkan sebagai "Game of the Year 2018" oleh platform distribusi game digital, Steam. Pada pertengahan tahun lalu, dikabarkan bahwa terdapat 400 juta pemain PUBG di seluruh dunia.
Uniknya, gim yang dikembangkan PUBG Corporation ini tidak hanya menarik perhatian anak muda dan remaja, tapi para pemain dewasa.
Ibu dua anak, Syifa Ristina, 35, mengatakan dia sering bermain PUBG untuk refreshing semata. Ia mengaku sering bermain PUBG bersama suami dan kawan-kawannya karena permainan itu menyenangkan.
Ia mengatakan kalau sekadar untuk bermain, gim itu tidak akan membuat seseorang berperilaku buruk.
"Kalau memang pemain yang terlalu menjiwai banget, kayaknya bisa jadi ada perubahan psikologinya ya. Tapi kalau aku lihat, gimnya cuma sekadar tembak-tembakan lah," katanya.
Meski begitu, Syifa mengatakan gim ini lebih cocok dimainkan oleh pemain berusia di atas 21 tahun karena mereka sudah bisa lebih bijaksana dalam membedakan dunia nyata dan maya.

Apa benar gim mempengaruhi perilaku seseorang?

Anna Surti Ariani, psikolog anak dan keluarga mengatakan, gim sebetulnya mempunyai banyak manfaat seperti membantu kemampuan seseorang untuk berpikir strategis dan kemampuan berpikir spasial.



Oleh karena kebanyakan gim berbahasa Inggris, kata Anna, para pemain pun bisa melatih kemampuan berbahasa mereka saat bermain.
Namun, lanjutnya, tak dipungkiri ada gim yang memiliki risiko karena konten yang agresif. Anna mengatakan seringkali gim menjadi referensi perilaku atau kata-kata yang negatif, tapi belum tentu pemain akan meniru hal negatif itu.
"Ya, OK dari gim ada risiko, tapi konten agresif nggak hanya dari gim. Orang-orang kita kalau ngobrol saja kadang agresif loh. Jadi jangan hanya menyalahkan gim," katanya.
Ia mengatakan bisa saja gim memicu seseorang melakukan perbuatan negatif, tapi itu kemungkinan besar tidak terlepas dari masalah-masalah lain yang dihadapi orang itu.
"Contohnya, dari kecil ada orang yang agresif banget, hubungan dengan keluarga buruk, hubungan sosial kacau banget, dan dia nggak ada uang. Maka orang ini akan jadi lebih agresif. Kalau ditambah gim ya 'jadi'," kata Anna.
Ia menambahkan dalam kondisi normal, sekadar bermain gim tidak akan membuat orang terpicu untuk melakukan kejahatan.
https://techno.okezone.com/read/2018/12/28/326/1997283/pubg-jadi-game-dengan-penjualan-terbaik-di-2018

Selasa, 29 Januari 2019

PUBG IS REAL

1. PUBG Dibuat oleh Seorang Fotografer

  LIAT DI SINI ----->  https://youtu.be/VGCjdrMPE9E

Greene mulai mendesain game saat memasuki usia 30-an. Awalnya, dia mengembangkan moduntuk Arma dan DayZ. Dari karyanya tersebut, Sony Online Entertainment bahkan mengajaknya untuk berkonsultasi dalam pengembangan H1Z1: King of the Kill. Dari situlah, Greene mendapatkan ilmu untuk pengembangan PUBG.

2. PUBG Bukanlah Pelopor Genre Battle Royale

PUBG
Greene menyebut mod dia di Arma dan DayZ dengan nama “Battle Royale”. Nama tersebut terinspirasi dari film Jepang berjudul Battle Royale yang dirilis pada 2000. Film ini sendiri juga diadaptasi dari novel berjudul sama yang ditulis oleh Koushun Takami. Film dan buku Battle Royale berkisah tentang sekumpulan remaja yang diturunkan di sebuah pulau oleh pemerintah Jepang. Mereka pun dipaksa bertempur sampai mati untuk mengontrol populasi.
PUBG memang bertanggung jawab atas populernya genre battle royale. Namun, PUBGbukanlah game pertama yang mengangkat battle royaleMod Arma dan DayZ yang dibuat Greene itulah yang pertama kali mengenalkan genre ini.


3. Asal Muasal “Winner Winner Chicken Dinner”

PUBG
Setelah lo menyelesaikan match di PUBG, biasanya akan muncul layar statistik yang menunjukkan performa lo di match tersebut. Nah, kalau lo berhasil menjadi yang bertahan terakhir di match tersebut, kalimat “Winner Winner Chicken Dinner” akan muncul di layar statistik. Apa, sih, arti kalimat tersebut?
Dilansir Deadspin, kalimat tersebut bermula dari Great Depression yang berlangsung di Amerika Serikat pada 1920-an hingga 1930-an. Pada masa tersebut, banyak yang melakukan perjudian untuk mendapatkan uang. Jika seseorang berhasil memenangkan judi berturut-turut, orang tersebut bisa membeli ayam untuk makan malam. Dari situlah kalimat “Winner Winner Chicken Dinner” pun muncul. Ternyata, Greene sudah menggunakan kalimat tersebut di mod-nya, loh.


4. Sempat Bikin Marah Penggemar karena Loot Box

PUBG
PUBG pun ternyata enggak bisa lepas dari kontroversi. Dilansir Polygon, Greene sempat berulang kali menyatakan PUBG enggak akan memasukkan mikrotransaksi sampai mereka meninggalkan Early Access. Pada Juli 2017, PUBG Corporation menambahkan loot box yang hanya bisa dibuka dengan kunci. Loot box-nya sendiri bisa lo temukan ketika bermain game. Namun, kuncinya bisa lo dapatkan dengan membelinya menggunakan uang sungguhan.
Keputusan tersebut akhirnya memancing kemarahan para penggemar. Greene pun langsung menyampaikan permintaan maafnya lewat Steam. Dia mengakui ada kesalahan penyampaian komunikasi dari PUBG Corporation. Walau begitu, PUBG Corporation tetap pada keputusannya mempertahankan mikrotransaksi. Memang, sih, cuma item kosmetik yang dijual. Namun, penggemar merasa dikhianati.


5. PUBG Udah Nge-ban Banyak Pemain

PUBG
Kecurangan memang selalu jadi masalah buat game multiplayer, enggak terkecuali PUBG. Game ini menggunakan software anti-cheat dari BattlEye yang memungkinkan pemain untuk melaporkan aktivitas mencurigakan melalui replaydeathcam. Ketika PUBG dirilis versi full-nya, BattlEye mengumumkan bahwa mereka telah nge-ban lebih dari satu setengah juta akun selama 2017. Bahkan, di Januari 2018 aja, mereka udah nge-ban lebih dari satu juta akun.
PUBG Corporation enggak hanya menghentikan cheater di dalam game. Dilansir PC Gamer, Tencent, distributor game ini di Tiongkok, membantu dengan melacak dan menangkap sekitar 120 orang yang mengembangkan software cheat untuk PUBG.