Selasa, 29 Januari 2019

PUBG IS REAL

1. PUBG Dibuat oleh Seorang Fotografer

  LIAT DI SINI ----->  https://youtu.be/VGCjdrMPE9E

Greene mulai mendesain game saat memasuki usia 30-an. Awalnya, dia mengembangkan moduntuk Arma dan DayZ. Dari karyanya tersebut, Sony Online Entertainment bahkan mengajaknya untuk berkonsultasi dalam pengembangan H1Z1: King of the Kill. Dari situlah, Greene mendapatkan ilmu untuk pengembangan PUBG.

2. PUBG Bukanlah Pelopor Genre Battle Royale

PUBG
Greene menyebut mod dia di Arma dan DayZ dengan nama “Battle Royale”. Nama tersebut terinspirasi dari film Jepang berjudul Battle Royale yang dirilis pada 2000. Film ini sendiri juga diadaptasi dari novel berjudul sama yang ditulis oleh Koushun Takami. Film dan buku Battle Royale berkisah tentang sekumpulan remaja yang diturunkan di sebuah pulau oleh pemerintah Jepang. Mereka pun dipaksa bertempur sampai mati untuk mengontrol populasi.
PUBG memang bertanggung jawab atas populernya genre battle royale. Namun, PUBGbukanlah game pertama yang mengangkat battle royaleMod Arma dan DayZ yang dibuat Greene itulah yang pertama kali mengenalkan genre ini.


3. Asal Muasal “Winner Winner Chicken Dinner”

PUBG
Setelah lo menyelesaikan match di PUBG, biasanya akan muncul layar statistik yang menunjukkan performa lo di match tersebut. Nah, kalau lo berhasil menjadi yang bertahan terakhir di match tersebut, kalimat “Winner Winner Chicken Dinner” akan muncul di layar statistik. Apa, sih, arti kalimat tersebut?
Dilansir Deadspin, kalimat tersebut bermula dari Great Depression yang berlangsung di Amerika Serikat pada 1920-an hingga 1930-an. Pada masa tersebut, banyak yang melakukan perjudian untuk mendapatkan uang. Jika seseorang berhasil memenangkan judi berturut-turut, orang tersebut bisa membeli ayam untuk makan malam. Dari situlah kalimat “Winner Winner Chicken Dinner” pun muncul. Ternyata, Greene sudah menggunakan kalimat tersebut di mod-nya, loh.


4. Sempat Bikin Marah Penggemar karena Loot Box

PUBG
PUBG pun ternyata enggak bisa lepas dari kontroversi. Dilansir Polygon, Greene sempat berulang kali menyatakan PUBG enggak akan memasukkan mikrotransaksi sampai mereka meninggalkan Early Access. Pada Juli 2017, PUBG Corporation menambahkan loot box yang hanya bisa dibuka dengan kunci. Loot box-nya sendiri bisa lo temukan ketika bermain game. Namun, kuncinya bisa lo dapatkan dengan membelinya menggunakan uang sungguhan.
Keputusan tersebut akhirnya memancing kemarahan para penggemar. Greene pun langsung menyampaikan permintaan maafnya lewat Steam. Dia mengakui ada kesalahan penyampaian komunikasi dari PUBG Corporation. Walau begitu, PUBG Corporation tetap pada keputusannya mempertahankan mikrotransaksi. Memang, sih, cuma item kosmetik yang dijual. Namun, penggemar merasa dikhianati.


5. PUBG Udah Nge-ban Banyak Pemain

PUBG
Kecurangan memang selalu jadi masalah buat game multiplayer, enggak terkecuali PUBG. Game ini menggunakan software anti-cheat dari BattlEye yang memungkinkan pemain untuk melaporkan aktivitas mencurigakan melalui replaydeathcam. Ketika PUBG dirilis versi full-nya, BattlEye mengumumkan bahwa mereka telah nge-ban lebih dari satu setengah juta akun selama 2017. Bahkan, di Januari 2018 aja, mereka udah nge-ban lebih dari satu juta akun.
PUBG Corporation enggak hanya menghentikan cheater di dalam game. Dilansir PC Gamer, Tencent, distributor game ini di Tiongkok, membantu dengan melacak dan menangkap sekitar 120 orang yang mengembangkan software cheat untuk PUBG.


31 komentar:

  1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  2. Thx pubg; mengalihkan pikiranku dari dia yg tersenyum karena orng lain....

    BalasHapus
  3. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus